Kembali ke halaman utama

Renungan

Kuasa Doa

Ayat : 1 Samuel 7:7-14

Ada seorang Kristen di Inggris yang bekerja sebagai buruh. Ia seorang yang sederhana, tetapi mempunyai hati yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ia sadar bahwa ia tidak terpanggil untuk menjadi pengkhotbah atau penginjil. Oleh karena itu, pada suatu hari ia datang kepada pendetanya dan meminta nasihat mengenai jenis pelayanan yang dapat dikerjakannya. Bapak pendeta itu berkata kepadanya, "Ambillah sebuah buku, dan pada tiap halamannya, hendaklah kau bagi menjadi tiga kolom. Pada kolom pertama kau tulis nomor, pada kolom kedua kau tulis nama orang lain yang belum mengenal Kristus, dan pada kolom yang ketiga kau tulis kapan orang itu bertobat menerima Kristus sebagai Juruslamatnya. Nah, setelah itu tugasmu ialah berdoa, dan sekali lagi berdoa, agar orang-orang itu benar-benar diselamatkan" Setelah memberikan nasihat itu, bapak pendeta itu berdoa untuk buruh yang saleh itu, supaya ia dapat menjadi berkat yang besar bagi orang-orang lain. Empat puluh tahun kemudian, buruh itu meninggal dunia. Dan, buku catatannya ditemukan oleh seorang hamba Tuhan. Ternyata di dalamnya ada tertulis 2.450 nama orang yang sudah bertobat karena pelayanan doa syafaat yang indah dari buruh yang sederhana ini. Sungguhpun kuasa Tuhan bekerja luar biasa dan memenangkan banyak orang lewat doa seorang buruh ini. Kisah yang hampir serupa pernah terjadi dalam zaman Perjanjian Lama ketika Samuel mendoakan bangsa Israel. Setelah bertobat dari dosa-dosanya, bangsa Israel mendengar bahwa orang-orang Filistin akan menyerang mereka lagi. Dan pada saat itu segenap Israel meminta Samuel untuk terus mendoakan mereka “Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada Tuhan, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu.” (7:8). Dan Alkitab mencatat Tuhan menjawab doa itu dengan mengacaukan para musuh sehingga orang-oprang Filistin terpukul kalah (ay.10). Meskipun Filistin mungkin lebih hebat dari bangsa Israel, Tuhan jauh lebih kuat dari kedua bangsa itu. Lewat Doa Samuel itu Tuhan mendemonstrasikan kuasanya dan orang Israel dibawa berbalik kepada Tuhan, sebab sungguh hanya Allah Israel lah satu-satunya Allah yang berkuasa. Demikian pula dengan kehidupan kita, ketika kita terbeban dengan pergumulan yang berat atau saat kita melihat pergumulan yang dihadapi oleh orang-orang yang kita kasihi dan situasi terlihat sangat mengkhawatirkan, sepertinya tidak akan berubah, bisa saja kita berpikir bahwa Tuhan tidak akan bertindak. Namun, janganlah kita menganggap rendah kuasa doa, karena Allah kita yang Maha Pengasih mendengar setiap permohonan kita. Kita tidak tahu bagaimana Allah akan bertindak dalam menanggapi permohonan kita. Namun, kita tahu bahwa sebagai Bapa kita, Allah rindu kita mengalami kasih-Nya dan mempercayai kesetiaan-Nya.Lz. Helpi

Penulis : Lz. Helpi Waruwu